Chat with us, powered by LiveChat

AC Milan Minta untuk Dicoret dari Liga Europa dikarenakan keuangan

AC Milan dikabarkan memohon badan sepak bola Eropa UEFA untuk mencoret mereka dari ajang Liga Europa musim 2019-20 besok.

agen poker online indonesia terpercaya – Di Serie A musim 2018-19 kemarin, Milan finis di peringkat lima klasemen. Alhasil, pasukan Rossoneri mendapat satu jatah untuk tampil mulai fase penyisihan grup Liga Europa.casino online

Hasil ini membuat pihak manajemen Milan mengambil keputusan untuk berpisah dengan allenatore Gennaro Gattuso. Hingga kini Milan belum menentukan penggantinya.

Beberapa waktu lalu UEFA sendiri sempat berencana melakukan penyidikan terhadap Milan terkait Financial Fair Play (FFP).

Namun penyidikan ini ditunda hingga pengajuan banding yang dilakukan Milan ke Badan Arbitrase Olahraga (CAS) atas kasus sebelumnya selesai diproses.

Milan akhirnya tak memiliki jadwal dengar pendapat dengan CAS sebelum 14 Agustus mendatang. Artinya, Milan masih bisa ikut tampil di Liga Europa.

Namun seperti dilansir sejumlah media termasuk Corriere della Sera, Milan kabarnya berniat untuk tak ikut ambil bagian dalam Liga Europa 2019-20 besok.

Hal ini dilakukan untuk memberikan mereka waktu guna menyeimbangkan nerasa keuangan Milan yang hingga kini belum stabil.

Jika permintaan ini dikabulkan UEFA, maka Torino akan menjadi pengganti Milan yang harus melalui babak kualifikasi. Sementara pengganti Milan di penyisihan grup adalah AS Roma.

UEFA sendiri kabarnya akan memberikan pengumuman resmi terkait masalah ini pada Rabu (19/6) hari ini.
Eks Presiden AC Milan Silvio Berlusconi mengaku ia pernah nyaris membawa Marco Giampaolo ke San Siro karena ia senang dengan gaya sepakbola menyerang yang diusungnya.

Pada tahun 2016, AC Milan mengalami pergantian pelatih dari Cristian Brocchi ke Vincenzo Montella. Saat itu Montella dicomot dari Sampdoria.

Sayangnya saat itu Montella tak bisa memberikan efek yang diharapkan di San Siro. Tak sampai dua musim di Milan, ia kemudian berpisah dengan Rossoneri.

Namun pada akhirnya diketahui bahwa sebenarnya saat itu AC Milan hampir menunjuk Giampaolo sebagai pelatih Rossonero. Hal ini diungkapkan oleh tangan kanan Berlusconi, Adriano Galliani.

Keduanya bahkan sudah mengadakan pertemuan secara langsung. Akan tetapi pada akhirnya niatan Galliani dan Berlusconi ini tidak kesampian karena investor asing dari Cina lebih menginginkan Montella menjadi nahkoda bagi Rossoneri.

Sekarang ini, Milan hampir dipastikan mendapatkan servis Giampaolo, apalagi setelah yang bersangkutan sudah berpisah secara resmi dengan Sampdoria. Kini tinggal menunggu waktu ia merapat ke San Siro.

Berlusconi kemudian membeberkan apa alasannya ingin menjadikan Giampaolo sebagai pelatih AC Milan Eks perdana menteri Italia ini mengaku terkesan dengan taktik menyerang pelatih berusia 51 tahun itu.

“Ia sepertinya seorang pelatih yang menyukai sepakbola yang indah, memiliki mentalitas menyerang dan itulah yang Anda butuhkan dalam tim yang harus menang dengan meyakinkan,” serunya pada Sky Sport Italia.

“Saya suka ia akan mengembalikan trequartista,” sambung Berlusconi.

Lebih lanjut Berlusconi kemudian menunjukkan bahwa kebiasaan lamanya yang buruk masih belum hilang; ia ingin ikut campur dalam urusan taktik pelatih.

“Saya akan bertanya kepada Presiden Milan saat ini apakah saya bisa bertemu dengan Giampaolo, karena saya pikir saya bisa memberinya beberapa tips berguna. Saya memang berbicara dengan Presiden Paolo Scaroni baru-baru ini dan mungkin ia juga memilih Giampaolo karena saran saya,” koarnya.

“Saya akan senang jika Milan melangkah ke lapangan setiap kali dengan niat menyerang, bermain sepakbola yang baik dan menunjukkan rasa hormat kepada lawan-lawan mereka,” seru Berlusconi.